Home » » Juknis Penggunaan Dana Bos 2011 menyebabkan 1600 guru tidak tetap di PHK

Juknis Penggunaan Dana Bos 2011 menyebabkan 1600 guru tidak tetap di PHK

Written By PT Jabar Media Pagi Group (JMPG) on Minggu, 06 Februari 2011 | 04.33

Petunjuk teknis penggunaan Dana Bos 2011 yang membatasi penggunaan maksimal 20% untuk pembayaran guru honorer menyebabkan 1.600 guru tidak tetap di Surabaya di PHK secara halus oleh Pemkot Surabaya melalui dinas pendidikan setempat demikian ungkap Ketua Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI), Sulistiyo.

Sulistiyo mengkhawatirkan peraturan itu berpotensi menimbullkan pengangguran baru. Terlebih lagi kebutuhan sekolah di daerah akan tenaga honorer sangat tinggi. Bahkan tidak sedikit sekolah yang rasio tenaga pendidiknya justru lebih banyak guru honorer ketimbang guru yang berstatus PNS.

Batasan 20% tersebut dibenarkan oleh Wamendiknas Fasli Jalal. Beliau juga menambahkan bahwa pemerintah telah memberikan toleransi karena sumber dana pembayaran honorarium masih belum dibicarakan dengan DPR. Karena di sekolah swasta dana BOS diperbolehkan untuk membayar gaji guru, maka di sekolah negeri diberi kelonggaran untuk menggunakan sedikit demi sedikit

Hanya saja pada pelaksanaan di lapangan, kata Fasli, pada sekolah negeri ternyata pengunaan dana BOS untuk honorarium seringkali berlebihan sehingga mengganggu tujuan utama dari dana BOS yang untuk membiayai operasional sekolah. "Jadi tampaknya sudah kebablasan penggunaannyadan mengorbankan kegiatan-kegiatan operasional atas nama membayar honor. Makanya dilimit 20% saja," tandas Mantan Dirjen Pendidikan Tinggi ini.
Share this article :

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. koranjejak.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger